0 Batik Imlek




KOMPAS.com - Menyambut datangnya Imlek pada 10 Februari 2013 mendatang, Alleira menghadirkan koleksi batik terbarunya, "Opulence". Opulence sendiri memiliki arti kemewahan, kekayaan, kemakmuran, dan hal-hal yang berlimpah. Tema ini menggambarkan harapan dan semangat di bawah bimbingan sang ular air yang menjanjikan peluang dan kemajuan dalam berbagai hal.

Untuk menampilkan karakter dan ciri khas Imlek, Alleira menghadirkan koleksi ini dalam balutan nuansa merah. Dalam kepercayaan masyarakat China, warna merah melambangkan kemewahan, kegembiraan, kebahagiaan, kemakmuran, dan kekuatan untuk menjalankan hidup di masa-masa mendatang.
Cutting busanasengaja dibuat simpel dan modern agar lebihwearable dan berjiwa muda. Siluet simpel ini ditandai dengan potongan busana bergaya klasik seperti cheongsam pendek.

Kolaborasi batik dan cheongsam ini dihadirkan sebagai pengingat keunikan nilai luhur dan tradisi Imlek bagi masyarakat China, dan nilai luhur batik bagi masyarakat Indonesia. Sentuhan detail dan aksesorinya yang chic, simpel, dan menyerupai ukiran terlihat sangat pas dan cantik dalam tiap busananya.

Untuk menghadirkan kesan elegan dalam tiap potong busananya, Alleira menggunakan material sutera ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), super silk, sutera habutay, dan dobby. Koleksi ini tak hanya dihadirkan untuk perempuan dewasa saja, karena nantinya Alleira juga akan melengkapi koleksi Chinese New Year 2013 ini dengan busana untuk semua usia.
[Read More...]


0 Kebaya Glamour



CIREBON - Sierra Photo Art and Make Up Studio menampilkan koleksi hasil Olive Pekasa pada Harmoni Nusantara En"s Collections Exhibition 2013 di Atrium CSB Mall Cirebon, Sabtu (2/2). Sejumlah kebaya ditampilkan dengan nuansa glamor.

Olive Pekasa dengan bangga menampilkan seluruh koleksi terbaru dengan tema kebaya batik Indonesia. "Untuk fashion show tahun ini sengaja mengusung tema kebaya batik Indonesia. Tapi di tahun 2013, trennya lebih glamor," ujarnya kepada Radar Cirebon (Grup JPNN), Sabtu (2/2).

Ia juga menyebutkan, saat ini kebaya batik Indonesia tidak terfokus pada busana untuk pengantin. Tapi juga acara pesta yang dapat dikenakan oleh anak muda.

"Kebaya batiknya memang sengaja didesain lebih ke anak muda. Dengan tampilan yang glamor tapi tetap manis dan fresh," paparnya.

Lewat busana kebaya batik Indonesia, ia juga mengaku sangat bangga, karena ikut melestarikan budaya Indonesia.

Tentunya, dengan tampilan modern, glamor, yang dipadu dengan dandanan cantik dan minimalis. Sehingga, semakin menampilkan kecantikan saat dikenakan para model.

"Betul-betul membuat kebaya batik yang glamor, tapi bisa dipakai anak-anak muda. Ini juga bentuk cara untuk melestarikan batik yang saya lakukan," pungkasnya. (nda)
[Read More...]


0 Jadi Jutawan Muda Berkat Bisnis Batik




Di mana ada kemauan, pasti di situ ada jalan. Peribahasa ini tepat disematkan kepada Harry Akbar (21 tahun), perajin batik asal Jambi. Di usianya yang masih sangat muda, Harry sudah memiliki tekad yang kuat untuk sukses menekuni bisnis batik. Tak sia-sia, ia kini sukses meraup omzet dari bisnis di atas Rp 100 juta per bulan.

Di bawah bendera usaha Galery Batik Jambi Desmiati, produk batik Harry diminati di dalam dan luar negeri. Usaha batik ini dirintisnya sejak lulus SMA pada tahun 2009 di Thehok, Kota Jambi. Hebatnya, saat ini ia masih berstatus mahasiswa di Universitas Jambi. Ide bisnis ini didapat saat ia memberikan hadiah kain batik untuk guru-gurunya sewaktu lulus SMA. Selain kain, ia juga menghadiahi guru-gurunya beberapa lembar baju batik buat kenang-kenangan.

Setelah membeli pakaian batik itu, Harry mulai berpikir kenapa tidak memproduksi batik sendiri. Apalagi, selama ini motif batik Jambi tidak banyak variasinya. Mereka yang memproduksi batik juga kebanyakan orang-orang tua.

"Di situlah saya memutuskan memulai usaha batik," kata Harry. Tidak mudah bagi Harry merintis usaha ini. Terlebih, modal yang dimiliknya juga sangat minim.

Guna mendapat modal, ia pun membujuk orang tuanya untuk menggadaikan sertifikat rumah ke Bank Mandiri. Gayung bersambut. Orang tuanya bersedia menggadaikan sertifikat rumah. "Saya pun mendapat pinjaman Rp 20 juta," ujarnya.

Namun, Harry hanya menggunakan Rp 15 juta sebagai modal awal. Sisanya ia berikan ke orang tuanya untuk keperluan lain. Pada awal menjalankan usaha, Harry mulai merasakan menjadi seorang pengusaha dengan omzet yang tidak stabil. "Selama enam bulan pertama, total omzet saya hanya Rp 85 juta," kenangnya. Memasuki tahun 2010, Harry mulai mendesain sendiri motif-motif batik yang diproduksinya.

Untuk motif batik ini, ia fokus juga mengusung tema flora dan fauna khas Jambi. Di antaranya, motif angso duo, motif belah duren, motif batanghari, dan candi muaro Jambi. "Semua gambar itu bisa ditemukan di Jambi," ucapnya.

Selain motif, Harry juga memperkaya warna dengan pilihan-pilihan yang disukainya. Hal itu dilakukannya setelah mempelajari selera pasar dalam waktu agak lama. Setelah yakin kualitas batiknya diterima pasar, Harry mulai merekrut karyawan guna menggenjot produksi batiknya. Kini, dalam sebulan, ia mampu memproduksi lebih dari 400 potong kain batik.

Harry memproduksi batik cap dan batik tulis dengan rentang harga mulai Rp 75 ribu sampai Rp 10 juta per piece. Produk batiknya sudah merambah sejumlah kota di Indonesia, seperti Jambi, Jakarta, Medan, dan Banjarmasin. Bahkan, Harry juga sudah mengekspor produk batiknya ke beberapa negara, seperti Paris, Banglades, Dubai, Arab Saudi, Malaysia dan Singapura.

Berkat kegigihannya ini, Harry sempat masuk nominasi finalis Wirausaha Kreatif Mandiri Kategori Mahasiswa dan Program Diploma & Sarjana pada pameran dan penghargaan wirausaha muda mandiri pekan lalu.

Berdayakan Warga 
Kendati omzetnya ratusan juta, sejak awal merintis usaha, Harry tidak hanya memikirkan keuntungan semata.  Harry ingin, bisnis yang dikelolanya juga memberikan dampak sosial bagi lingkungannya. Itu sebabnya, sebagian besar karyawannya merupakan orang kampung di sekitar lokasi usahanya.

Ia memfasilitasi masyarakat sekitar untuk bekerja di rumah produksi miliknya itu. "Sejak awal, saya memang ingin mengangkat dan memberdayakan masyarakat di sekitar tempat usaha saya," katanya. Untuk mewujudkan ambisinya itu, Harry pun gencar memberikan pelatihan membuat batik. Pelatihan itu mulai pembuatan motif, warna, dan penjemuran kain.

Saat ini, total warga yang pernah dilatih dan bekerja dengannya ada 75 orang. Kebanyakan dari mereka merupakan orang yang sudah lanjut usia (lansia), ibu-ibu rumah tangga, dan para pengangguran.

Harry mengaku, keinginan memberdayakan warga sekitar sudah muncul sejak masih duduk di sekolah menengah atas (SMA). Keinginan itu tumbuh lantaran melihat banyak orang kampungnya menghabiskan waktu secara tidak produktif.

Sebagian besar di antara mereka adalah ibu-ibu rumah tangga dan pensiunan pegawai. Padahal, menurut Harry, mereka bisa mengerjakan sesuatu jika diberikan kesempatan.

Selain memberikan pelatihan, Harry juga menyediakan semua bahan dasar pembuatan batik. Untuk memacu semangat kerja karyawannya, ia menjanjikan semacam bonus bagi karyawannya yang mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. "Itu untuk memacu semangat saja supaya mereka bekerja dengan giat," ujar Harry.

Selain memberdayakan warga sekitar, Harry juga aktif membagi pengetahuan dan pengalaman bisnisnya di pelbagai tempat. Kebetulan, ia sering diundang menghadiri acara, seperti seminar dan forum-forum pelatihan oleh pelbagai kalangan. 
Setiap ada kesempatan, Harry juga tidak segan-segan mengajak generasi muda di daerahnya untuk mengikuti jejaknya menerjuni dunia wirausaha.

Harry berharap, ke depan akan banyak anak muda yang tertarik berwirausaha. Menurutnya, ada banyak manfaat dengan menjadi wirausahawan. "Kita bisa membuka lapangan pekerjaan," ujarnya.

Selain itu, menjadi wirausaha juga bisa membantu menggerakkan roda perekonomian daerah, dan menambah pundi-pundi penghasilan pemerintah daerah. Produk yang dihasilkan juga bisa memperkenalkan daerahnya kepada banyak orang.

Sukses Lewati Masa Sulit
Menurut Harry, kesuksesan itu tidak datang dengan mudah. Beberapa kali ia menemui kendala dalam menjalankan usaha ini. Di masa awal-awal merintis usaha sekitar tahun 2009, usahanya memang berjalan lancar. Bahkan pada tahun 2010, omzet usahanya sudah mencapai di atas Rp 100 juta per enam bulan.

Namun, di awal tahun 2011, pendapatan usahanya merosot dan membuatnya harus berpikir keras untuk membangun kembali usahanya. "Waktu itu, ada kelangkaan bahan baku, sehingga saya kewalahan memenuhi pesanan," kenang Harry.

Akibat kelangkaan bahan baku itu, omzet Harry turun hingga di bawah Rp 85 juta dalam waktu enam bulan. Ia pun tak sanggup membayar gaji para karyawannya. Saat itu, Harry mulai khawatir akan masa depan bisnisnya. Terlebih, pemasaran batiknya saat itu masih terbatas di wilayah Jambi. Tetapi, hal itu tidak membuatnya putus asa.

Belajar dari pengalaman, Harry mencoba bangkit dan fokus membesarkan lagi usahanya yang nyaris terpuruk. "Momen itu saya manfaatkan untuk merefleksikan ulang soal kekurangan dan kelemahan dalam menjalankan bisnis," katanya.

Untuk membangun kembali usahanya ini, Harry kemudian meminjam lagi modal dari Bank Mandiri. Pinjaman modal itu dipakainya buat mengatasi kendala bahan baku.

Dari segi produk, Harry juga mulai melakukan diversifikasi dengan memproduksi batik tulis. Ia juga memilih terjun langsung ke lapangan untuk mempromosikan produk batiknya di pasar.
Pada akhir 2011, Harry mulai membuka jalur pemasaran hingga ke Jakarta.

"Di Jakarta, saya mempromosikan produk saya secara door to door," akunya. Lewat jerih payahnya itu, Harry pun berhasil membina hubungan baik dengan sejumlah pemasok dan distributor batik di Jakarta.

Dengan memiliki jaringan bisnis di Jakarta, ia tak lagi kesulitan memasarkan produk batiknya ke kota-kota lain. Soalnya, agen di Jakarta sudah memiliki jaringan di sejumlah kota. Para agen itu juga yang membantu mempromosikan batik buatannya.

Selain di sejumlah kota di Indonesia, popularitas batiknya kini bahkan sudah sampai di mancanegara, seperti Paris, Banglades, Dubai, Arab Saudi, Malaysia dan Singapura.
Berkat jaringan pasar yang luas, omzet Harry pun sudah mencapai di atas Rp 100 juta per bulan. Kendati omzetnya sudah ratusan juta, ia tidak lantas cepat puas. Ia masih ingin membesarkan lagi usahanya. "Saya ingin membuka gerai sendiri di Jakarta," pungkasnya. ktn        
[Read More...]


0 Pesawat Batik




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Batik Air, anak usaha Lion Mentari Airlines yang fokus pada layanan full service, ditargetkan bisa beroperasi pada April 2013. Rencananya, Lion akan mengoperasikan Boeing 737-900ER untuk anak usahanya tersebut.
Edward Sirait, Direktur Umum Lion Air, mengatakan saat ini perseroan masih menunggu penerbitan sertifikat Air Operator Certifikat (AOC) dari Kementerian Perhubungan. "Persiapan masih berjalan, tinggal tunggu proses AOC. Dokumen sudah rampung," kata Edward, Senin (28/1/2013).
Edward menuturkan, tahun ini Batik Air akan menerima empat Boeing 737-900ER. Lion memodifikasi jarak antarkursi (seat pitch) sejumlah pesawat yang saat ini dioperasikan menjadi lebih lebar dan mengganti interior kabin dan warna pesawat tersebut.
"Jumlah seat hanya 185 dari 210 yang biasanya tersedia pada B 737-900ER," ujar Edward.
Rencananya, Batik Air akan menyasar rute bisnis dan pariwisata yang ada di Indonesia. Namun Edward enggan menyebutkan rute bisnis dan pariwisata tersebut. "Kita belum bisa mengatakan rutenya," katanya.
Meski pasarnya tergolong beda dengan Lion Air dan Wings Air, Edward optimis bahwa Batik Air mendapatkan pasar Indonesia. Hal tersebut dikarenakan tumbuhnya kelas menengah di Indonesia. "Setiap tahun kan kelas menengah tumbuh, saya yakin pasar Batik Air," katanya.
Hingga saat ini, Lion mengoperasikan 95 pesawat yang terdiri dari dua MD-90, dua unit Boeing 737-300, delapan unit Boeing 737-400, 68 unit Boeing 737-900 ER dan 14 unit Boeing 737-800 NG dan Boeing 747-400 sebanyak dua unit.
[Read More...]


0 Batik Jeans




KOMPAS.com - Batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia kini sudah berkembang mengikuti perkembangan zaman dan selera pasar. Batik kini mampu menyesuaikan diri dengan beragam usia dan juga model baju yang sedang tren batik  jeans. Alleira Batik sebagai salah satu label busana batik di Indonesia, menghadirkan kreasi terbarunya yang modern dan trendi bagi para pria yang ingin tampil lebih stylish dengan batik.

Kini, Alleira meluncurkan koleksi terbarunya yang memadukan batik  jeans dalam "Batik on Denim". Koleksi ini memadukan keindahan motif batik yang dicap di atas bahan jeans. Pemilihan bahan jeans yang dibatik ini bertujuan untuk memberikan kesan muda dan modern pada si pemakai. Pemilihan bahan jeans ini juga bertujuan agar batik jeans ini bisa dipakai dalam segala kesempatan, baik formal maupun semi formal. Alleira Batik sendiri berharap bahwa Batik on Denim ini bisa menjawab kebutuhan dan gaya hidup pria yang ingin terlihat dinamis dan menarik, dalam balutan busana batik yang lebih santai.

Sampai saat ini, koleksi Batik on Denim ini masih dikhususkan untuk koleksi pakaian pria. Namun, nantinya koleksi ini akan dihadirkan juga untuk kaum perempuan. Kemeja batik jeans ini hadir dalam warna-warna biru khas denim. Corak batik dihadirkan dalam guratan warna putih keabu-abuan yang selaras dengan warna biru denim. Motif yang cenderung minimalis mempertegas kesan maskulin dan elegan dalam kemejanya.

Tak seperti desain kemeja batik lainnya yang hanya punya satu motif untuk satu kemeja, koleksi Batik on Denim dari Alleira justru menggabungkan beberapa motif batik (mirip patchwork). Selain pada kemeja, batik juga dihadirkan pada beberapa model jaket, yang dikombinasikan dengan bahan dobbie sehingga tidak panas saat dipakai.

Rangkaian Batik on Denim bisa didapatkan di seluruh outlet Alleira Batik dengan harga berkisar Rp 1-2 juta. Khusus untuk bulan Juli, Alleira Batik memberikan diskon 25 persen bagi para pecinta batik.

[Read More...]


0 Lansia Fashion Show Batik





PEKALONGAN, suaramerdeka.com- Ratusan warga lanjut usia (lansia) yang tergabung dalam Paguyuban Dharma Wulan hari ini (20/1) menggelar kegiatan Parade Batik Wulan Nusantara di International Batik Center (IBC)& Craft, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.
Ratusan lansia dari berbagai daerah di Jawa, seperti Jakarta, Tegal, Kudus, Banyumas, dan Yogyakarta membawakan aneka batik dari daerah masing-masing. Kegiatan yang berlangsung di arena pamer IBC & craft berlangsung meriah.
Diiringi lagu dari daerah masing-masing, mereka memamerkan batik asal daerah yang mereka kenakan. Wakil dari paguyuban Sekar Jagat misalnya menampilkan aneka batik tulis koleksi keraton Yogyakarta dan Pakualam Surakarta.
Sambil menebarkan bunga melati, para ibu memamerkan koleksi batik keraton yang tersohor akan budaya adiluhung. Tidak kalah istimewanya adlah tampilnya mahakarya Batik Pekalongan oey Soe Tjoen yang dibawakan oleh cucu langsung Widianti Widjaja.
Oey Soe Tjoen adalah pembatik Pekalongan yang mulai menciptakan karyanya tahun 1925. Corak batik karyanya yang kini disebut batik khas Pekalongan memiliki motif warna-warni dan flora fauna.
Para peserta terlihat antusias, mereka berhamburan mengamati dari dekat beberapa koleksi Batik Oey Soe Tjoen. Di antaranya batik tulis motif Hokokai dan Encim yang rata-rata perlu waktu tiga tahun untuk produksi per lembarnya.
Kegiatan juga dimeriahkan dengan pergelaran fashion show dari para model profesional yang menampilkan koleksi Batik Zikin.
Wali Kota Pekalongan Dr Basyir Ahmad yang menghadiri acara tersebut mengapresiasi inisiatif Paguyuban Dharma Wulan. Meskipun berusia lanjut, mereka tetap memberikan manfaat bagi bangsa dan negara menjaga kekayaan batik. "Dalam agama saya, hal yang mulia dari manusia adalah ketika bisa bermanfaat bagi banyak orang," tandasnya.
Ketua Umum DPP Paguyuban Dharma Wulan Barlim Subardjo mengatakan, kegiatan diikuti 350 orang lebih dari 12 daerah. Kegiatan itu sebagai wjud dukungan Dharma Wulan dalam perkembangan batik sebagai karya bangsa yang telah diakui dunia. "Ini adalah kegiatan lintas agama, lintas suku dan golongan dalam mempromosikan batik," ujarnya.
Dia berharap semangat anggota dalam menggelorakan kecintaannya pada batik bisa diikuti oleh para anak dan cucunya.
[Read More...]


0 Miss Universe 2013



Jakarta - Malam grand final Pemilihan Putri Indonesia (PPI) 2013 tengah berlangsung hingga kini sudah memasuki tiga besar. Acara ini pun dihadiri oleh tamu istimewa, Miss Universe 2012, Olivia Culpo.

Wanita asal Amerika Serikat itu pun datang diiringi tarian adat betawi. Ia pun menyapa penonton yang hadir di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Senayan.

Olivia yang hadir sejak tanggal 29 Januari 2013 itu tampak cantik dengan kebaya batik coklat. Ia pun tampak anggun di atas panggung.

"Your country is so lovely and humble," ucap Olivia di atas panggung, Jumat (1/2/2013) jelang tengah malam.

Selama di Jakarta rupanya ia suka dengan nasi goreng. Olivia juga menuturkan untuk menjadi diri sendiri dan mengandalkan Tuhan saat menjawab pertanyaan dari dewan juri.
[Read More...]


 

Categories

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2010 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by HackTutors